Semua tentangmu

selalu ada kebahagiaan tersendiri yang terselip saat melihatmu bahagia,
selalu ikut tersenyum saat melihatmu tertawa bersama teman-temanmu,
selalu ikut bangga saat melihatmu mempunyai kebanggaan yang belum tentu orang lain punya.

selalu ikut sedih saat melihatmu kecewa,
selalu ikut kesal saat melihatmu sedang marah—namun tenang saja, aku tahu bagaimana meredamkan amarahmu itu,
selalu ikut khawatir saat mendengar kabar bahwa kesehatanmu sedang terganggu,
selalu ikut cemas saat banyak masalah yang sedang menghampirimu.

mengapa seperti seakan-akan aku melupakan hal-hal yang ada dalam diriku sendiri?

aku tak tahu, semua terjadi saat kamu hadir dalam hidupku.

semua tentangku, hanyalah tentang kamu.

—nss

Perihal merelakanmu

Rela dan berhenti ternyata tidak mudah sama sekali.

Meski sudah berusaha merelakanmu, aku masih sering bertanya-tanya mengapa bukan denganku.

Meski sudah terlalu lelah menunggu, aku masih sering berharap kalau-kalau ada kemungkinan kita bersatu.

Aku masih saja belum bisa sepenuhnya berhenti meski sudah patah berkali-kali.

—nss

Rantai kesunyian

Minggu ini rasanya sepi yaa tanpa kamu, aku sadar bahwa tidak akan ada lagi kesempatan untuk terus bersamamu. Dari awal aku sudah tau kalau kamu memang bukan untukku, tapi aku lupa akan hal itu.

Hari ini aku melewatinya seperti biasa, termenung di dalam rumahku, menyibukkan diriku sendiri dan berharap bisa melupakan bayangmu.

-nss